Sering aku mendengar orang mengeluh tentang prinsip berteman. Keluhan itu berbunyi seperti ini: “Teman saat bahagia banyak, teman saat sedih tidak ada.”

Salah satu atau beberapa orang juga menganggap bahwa ketika ia bahagia, banyak teman yang turut merayakan kebahagiaannya. Namun, ketika ia bersedih, teman-temannya tetap terlihat bahagia seakan tidak dapat merasakan kesedihannya.

Aku sendiri mungkin terlihat seperti para teman di atas. Namun aku memiliki alasan, bahwa lebih baik memperlihatkan kebahagiaan saat seorang teman bersedih. Karena, ketika aku ikut bersedih, aku mendukungnya untuk terus bersedih, sementara ketika aku tetap bahagia, aku berharap temanku yang bersedih itu melihat bahwa masih banyak sumber kebahagiaan yang dapat diraih.

Aku pun tidak pernah keberatan ketika temanku tetap bahagia ketika aku bersedih. Aku merasa senang karena setidaknya mereka bahagia, tidak merasakan kesedihan seperti diriku. Karena temanku berhak untuk selalu bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s