Siapa pun yang menggenggam tanganku sekarang,
Tanpa satu hal semuanya akan sia-sia,
Peringatanku jelas sebelum kau makin mendekatiku,
Aku bukan seperti yang kaukira, melainkan jauh berbeda.
Siapakah yang akan menjadi pengikutku?
Siapa yang akan mencalonkan diri untuk mendapatkan kasih sayangku?
Jalannya mencurigakan, hasilnya tidak jelas, mungkin malah merusak.
Kau harus mengorbankan semua hal lain,
akulah yang harus jadi satu-satunya acuanmu.
Masa pelatihanmu akan berlangsung lama dan melelahkan,
Kau harus mengabaikan seluruh teori lama tentang kehidupanmu, serta semua kepatuhan terhadap kehidupan di sekitarmu,
Jadi tinggalkan aku sekarang, sebelum kau bersusah-susah, angkat tanganmu dari bahuku,
Jauhi aku dan pergilah.


Aku bertemu dengan puisi ini dua tahun yang lalu melalui novel karya Paulo Coelho. Menurutku, puisi ini punya dua sisi di setiap bait dan liriknya. Sisi tangguh dan rapuh. Mandiri di sisi tangguh dan kesepian di sisi rapuh. Sebuah ironi di balik egoisme.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s