Film ini dirilis pada tahun 2009 bergenre comedy romance, menceritakan empat kisah cinta dengan permasalahan yang berbeda-beda.

Yang pertama,

Kisah seorang wanita bernama Gigi yang selalu optimis dalam mencari cinta sejati dan selalu menganggap bahwa jalan untuk mendapatkan cinta sejati akan selalu terbuka lebar. Gigi sering berkencan dengan pria-pria yang disarankan teman-temannya. Suatu hari, dia penasaran kenapa teman kencan buta-nya bernama Conor tidak pernah menghubunginya seperti yang telah dijanjikan sebelumnya. Gigi pun mencari pria tersebut dan akhirnya bertemu seorang temannya Conor bernama Alex yang memberitahunya bahwa seorang pria tidak suka bermain drama dalam hidunya. Jika dia tidak meneleponmu dan jika dia tidak mendekatimu atau menjauhimu, maka itu karena dia tidak menyukaimu. Jadi jangan pernah menduga-duga kalau dia sibuk, kehilangan nomor teleponmu atau dia sengaja pura-pura menghilang. Kebenarannya adalah dia hanya tidak ingin dekat denganmu karena dia tidak menyukaimu. Maka jangan berharap banyak karena pada akhirnya kamu akan kecewa. Gigi akhirnya melupakan Conor dan meneruskan pencarian cintanya. Alex dan Gigi menjadi teman karena Gigi suka menanyakan saran atau pendapat Alex setiap dia merasa kebingungan mengartikan bahasa pria.

Gigi mengajarkan kita untuk selalu optimis.  Walaupun berulang-kali kecewa karena selalu dijauhi teman kencan buta-nya setelah selesai berkencan, dia cepat move on dan terus berusaha mencari cinta sejatinya (walaupun terkadang dia terlihat terlalu naif). Gigi juga mengajarkan bahwa perempuan harus berani bertanya tentang sebuah kepastian ketika berada di moment yang tidak jelas serta jangan pernah tinggal di dalam suatu hubungan yang tidak jelas kelanjutannya.

Alex mengajarkan untuk tidak terlalu berharap dan jangan hidup di dalam drama. Pemikiran Alex berbeda dengan Gigi. Menurut Alex, wanita cenderung menganggap kebenaran sesuai dengan apa yang dipikirkannya.


Kasus: Seorang wanita dan pria baru saja bertemu dan berkenalan. Pada saat keduanya akan berpisah, pria tersebut berkata bahwa dia senang bertemu wanita itu.

Pemikiran Gigi: Pria itu jatuh hati dengan si wanita.

Pemikiran Alex: Pria itu hanya basa-basi.


See? Gigi selalu punya pemikiran yang terlalu positif.

Akhir kisah Gigi dan Alex:

Gigi merasa Alex memberi tanda-tanda jika dia menyukai Gigi. Jadi dengan kepolosannya, Gigi menemui Alex dan mengatakan dia menangkap sinyal cinta dari Alex dan mau menerima cinta Alex (padahal Alex tidak pernah menyatakan cinta pada Gigi). Alhasil Alex yang suka terus-terang, mengatakan dengan tegas dia tidak menyukai Gigi. Gigi pun sedih dan langsung pergi. Seperti biasa, Gigi melanjutkan hidupnya dan tetap mencari cinta sejatinya. Lain pula dengan Alex, dia merasa kehilangan dan pekerjaannya menjadi tidak teratur. Setelah menyadari jika dia ternyata memang memiliki rasa dengan Gigi, maka Alex pun langsung menemui Gigi dan mengakuinya (Alex memang suka to the point dan tidak suka drama sama sekali. He’s a good man).

The End


bersambung ke kisah kedua…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s